Showing posts with label 720p. Show all posts
Showing posts with label 720p. Show all posts

Monday, January 16, 2017

Black Mirror

 Black Mirror


Serial satu ini direkomendasikan seorang teman, adik kelas di kampus, a fellow blogger Coklat dan Hujan. Nggak ada ekspektasi apa pas nonton karena memang nggak dikasih spoiler. Actually, awalnya dititipin download aja sama dia, terus pas ditanya serialnya gimana, dia jawab 'rame'. Well, berhubung sedang butuh tontonan lain yang agak beda, jadi memutuskan untuk nonton. Hasilnya? Waaayyy too real to the point of scaring. Bukan, ini bukan horor kok.
Black Mirror is an exaggerated version of modern life. Hence the title Black - Mirror (cermin hitam). It depict our everyday life so perfectly...in a way. Mencoba untuk memunculkan ke-semu-an kehidupan modern, termasuk dengan kemajuan teknologinya. Buat saya kontennya more graphic than porn, so to speak. No, its no porn. Serial ini sarat makna kalau kita bisa membandingkannya dengan kehidupan sekarang. Untuk kalian yang nggak suka film yang kebanyakan percakapan dan bikin mikir, you might want to skip this.

Storyline and Plot
Perlu diketahui Black Mirror memiliki cerita dan karakter yang berbeda pada setiap episodenya. Meski begitu, semuanya memiliki benang merah yang sama yaitu Mirroring atau mencerminkan kehidupan masa kini. Membahas kesemuan hidup karena perkembangan teknologi. Mengupas hal-hal yang terkesampingkan atau malah menjadi masalah saking canggihnya teknologi. Seperti sosial media, cloud storage, online gaming, dst. Black Mirror menghadirkan sebuah cerita yang menyentuh salah satu tema pada setiap episodenya. Mulai dari politik, industri hiburan hingga kehidupan pribadi.
Musim tayang pertama bertema politik, industri hiburan, dan hubungan pernikahan. Masing-masing satu episode.
Di episode pertama bercerita tentang ancaman pada Perdana Menteri Inggris. Si pelaku menculik putri kerajaan sebagai alat untuk memaksa Perdana Menteri melakukan keinginannya. Permintaan penculik ini begitu mencengangkan dan membuat geger seluruh dunia. Pihak pemerintahan Inggris berusaha menutup rapat kasus ini tetapi, sang penculik mengunggah video ancamannya di sosial media yang bisa diakses bebas dan dalam hitungan menit saja, sudah menyebar ke se-antero kerajaan. Singkat cerita, si Perdana Menteri dengan berat hati melakukan permintaan si pelaku demi kebebasan sang Putri yang begitu dipuja rakyatnya. Tak lama sang Putri pun terlihat di tempat keramaian. Sementara kemudian, si pelaku ditemukan menggantung dirinya.
Episode pertama ini menggambarkan betapa kuatnya pengaruh media sosial. Sosok perdana menteri dan kekuatan kerajaanpun tak sanggup membendung penyebaran berita. Diluar itu, detail bagaimana pihak pemerintahan mencoba memanipulasi media untuk mencegah penyebaran serta bagaimana media 'melakukan apapun' demi 'kesegaran' dan 'keterbaruan' berita mereka menjadi cermin atau bahkan pencerminan untuk kehidupan masyarakat masa kini. Tak lupa dengan reaksi masyarakat sendiri, pro-kontra sudah sewajarnya. Itulah yang menggiring Perdana Menteri mengambil sikap atau mungkin sebaliknya hehehe, who knows.

Spoilernya segitu aja ya, selebihnya nonton sendiri. Saat ini sedang menginjak musim ke-4. No worries, satu musim tayang hanya 3-4 episode saja dengan durasi masing-masing episode hanya 40-50 menit. Its less than Sherlock, way less but its good. So, check it please. Black Mirror bisa menjadi semacam eye opener. Terlepas dari benar atau nggaknya, toh ini cuma film hehehe. Banyak hal yang bisa dipetik. Bagaimana memposisikan diri kita dalam masyarakat, how to handle a social media (our own post or others). Yang paling penting adalah, people remember, good or bad is relative. Society has its own moral code, to follow or not to is a choice we have to make everyday to determine our place. Do you want this world to be a better place or simple a peaceful one? Pertanyaan yang filosofis, sangat mendasar bukan? Di tengah hiruk pikuk kehidupan dan perkembangan teknologi, kira-kira pertanyaan itu yang ingin di jawab dengan Black Mirror. Buat saya 9/10 nilainya.



Season 1
Season 2 + White Christmast Edition
Season 3

pass if needed : BlackMirrorbyTante_Inez


Monday, December 12, 2016

Westworld

Westworld


Westworld adalah serial yang lengkap buat saya. Temanya fiksi ilmiah umm lebih tepatnya sih sci-fi-psy, fiksi ilmiah psikologi karena bicara tentang eksistensialisme dan krisis identitas. Berseting di era modern, Westworld merupakan sebuah dunia fantasi atau taman rekreasi. Sebuah dunia yang diciptakan bagi mereka yang ingin bermain peran, menjadi orang lain. Sesuai dengan namanya west-world atau dunia bagian barat, set dari dunia fantasi ini bertema western-comboy. Di dalamnya, para pengunjung bebas melakukan apapun tanpa perlu takut mati. Hal ini dikarenakan para pemeran di dalamnya, yang di sebut Host, sudah di set sedemikian rupa untuk tidak menyakiti pengunjung. Selebihnya, Westworld is as real as the world it is.

Synopsis
Westworld adalah sebuah dunia dalam dunia. Dibalik berjalannya dunia fantasi tersebut, ratusan orang bekerja untuk mengelolanya. Memonitor gerakan setiap host, 'membersihkan' dunia tersebut dari segala hal yang dilakukan oleh para pengunjung. Menghapus ingatan para host dan mengembalikan kondisi dunianya ke setting awal. Setiap harinya, puluhan host mati lalu dihidupkan kembali dengan jasad barunya. Ingatan mereka dihapus, kepribadian mereka di sesuaikan untuk kepentingan pengunjung. Setelah itu mereka di kembalikan ke Westworld untuk mengulang hari mereka dengan rutinitas yang sama. Maeve dan Clementine misalnya, yang siap menghibur para pengunjung di rumah bordir tempat mereka bekerja.
Sudah 35 tahun Westworld berjalan. Jumlah Host-pun ditambah seiring dengan perkembangan 'script' yang ditawarkan pada pengunjung. Dari sekian banyak, beberapa Host generasi pertama masih digunakan. Dolores dan Teddy misalnya. Keduanya memiliki pola tertentu saat berinteraksi. Kadang mereka berada di satu 'script' yang sama, kadang tidak. Tapi entah kenapa mereka selalu bertemu pada akhirnya.
Seiring dengan berjalannya waktu, para Host harus disesuaikan atau diprogram ulang agar mereka tetap pada jalurnya, mengikuti script yang sudah dibuat. Secara berkala para Host di cek jika ada hal-hal ganjil diluar rutinitas mereka terjadi. Tidak jarang, kepribadian mereka dirubah untuk mengisi karakter baru dalam sebuah script yang dibuat tim Westworld.
Salah seorang pengunjung menjadi begitu terobsesi dengan Westworld, dan menjadi pelanggan setia Westworld selama 30 tahun terakhir. Hampir semua karakter ia kenali, semua script juga sudah dia jalani kecuali satu. Sebuah script 'pencarian' akan sesuatu yang di sebut "The Maze". Tak ada yang tahu tentang The Maze, hingga ia harus berulang kali datang dan menyiksa para Host untuk mendapatkan petunjuk. Dolores menjadi salah satunya. Dia percaya, bahwa Dolores adalah kuncinya. Di akhir pencariannya, muncul sebuah nama, Arnold. Arnold sendiri merupakan salah satu kreator dari Westworld yang sudah meninggal. Apakah benar Arnold sudah meninggal? 


Review
Plot
Dua hal yang harus di pahami dari serial ini adalah, bahwa semuanya terkait dan setiap detail adalah penting. Dengan itu, kita akan lebih jeli dan mudah menangkap maksud ceritanya. Saya butuh beberapa lama untuk akhirnya menonton dengan sungguh-sungguh. Dan seiring episode berjalan, semuanya semakin pelik. Alur waktunya di buat berlapis-lapis seperti Inception. Kalau kurang jeli, pasti bingung dengan urutan waktunya.
Dolores memang menjadi kunci serial ini, but even then...when we thought we knew...we're just being duped again hahaha. Keterkaitan Dolores dan Teddy bukan sekedar red-knot alias cinta, begitu juga dengan dr.Frost rekan Arnold dan Bernard (asisten dr.Frost).
Selain alur yang berlapis, eksistensialisme juga menambah kepelikan ceritanya. Kita akan dibingungkan dengan timeline serta mempertanyakan mana yang nyata, mana yang tidak. Mana yang benar terjadi, mana yang di rekayasa. Seriously, it just mindfuck. Ketika satu persatu Host generasi pertama mengingat repihan-repihan episode kelam yang mereka jalani. Ketika mereka menjadi buruan pelanggan, korban pembunuhan dan sebagainya. Kita akan digiring untuk penasaran, 'apakah para Host ini akan menyadari bahwa mereka hanya boneka?'
Beberapa cabang cerita akan terlihat klise, terutama Teddy-Dolores-William. Its gonna look that its a love triangle. Well..its not exactly like that actually, so you'll forgive the cliche in the end.
As cliche as it is, for me, the best part is the ending. Its concluded. No need for second season.

Character
We all will fall to Dolores, so was I, karena Dolores menjadi jembatan dari cabang-cabang alur yang ada.  Dia menjadi trigger penonton untuk memanusiakan para Host. Diapula yang menjadi bom kejutan untuk serial ini. Selain Dolores, ada Maeve si Host yang membuat kekacauan di ruang kendali Westworld. Maeve begitu kuat hingga bisa memanipulasi ilmuwan yang menanganinya, but in the end all is always according to dr.Robert Frost.
Frost diperankan oleh Anthony Hopkins, so expect greatness from him hehe. Sosoknya yang tenang, selalu menyimpan kekuatan tak terduga di baliknya and indeed he is. Sepanjang nonton, sosok Frost berubah-rubah buat saya. Maksudnya berubah, kadang masuk protagonis kadang masuk antagonis. To my surprise now, semua karakter tidak ada yang benar-benar antagonis atau protagonis..umm..maybe except Teddy.

Overall, what can i say about this series...umm... mindfuck. Thats the word. And..I'll give a 9/10. Selamat menonton.

Monday, November 21, 2016

The Royals




Serial ini sedang menginjak musim ketiga-nya. Kabarnya memang akan berakhir di season ini. Saya sendiri baru nonton sampe season 2. Rasanya sayang jika berakhir di season 3 hehehe terlebih karena scene terakhir di season 2. Berharap 'ternyata' King Simon memalsukan kematiannya atau Robert selamat dari kecelakaan. Untuk ukuran 10 episode tiap musimnya, rasanya terlalu cepat untuk mengakhiri perjuangan keluarga Henstridge untuk tetap memegang tahta Inggris di season 3.

Synopsis
Sesuai dengan judulnya, serial ini berkisah seputar para Royals, yakni para keluarga kerajaan di Inggris. Dinasti yang sedang berkuasa adalah dari keluarga Henstridge. Helena si Ratu dan Simon si Raja beserta anak-anak mereka, si kembar Liam dan Eleanor serta si sulung Robert. Kisah dibuka dengan tragedi yang menimpa Henstridge. Di tengah hidup glamor Eleanor dan Liam, Robert sang pewaris tahta di ketahui meninggal dalam kecelakaan. Robert mengikuti jejak Simon yang aktif di bidang Militer, mengalami kecelakaan saat mengendarai helikopternya.
Seluruh Inggris berduka, termasuk keluarga kerjaaan. Paling tidak itulah yang ditampakkan the Henstridge pada media.  Kematian Robert justru menjadi celah suksesi pewaris kerajaan setelah Raja Simon. Kredibilitas Liam yang playboy dan hedonis di pertanyakan. Liam tidak pernah dipersiapkan menjadi pewaris karena posisi Robert sebagai anak sulung. Sementara itu, Simon si Raja yang berduka berpikir untuk membubarkan kerajaan, meniadakan monarki karena komplikasi sebagai keluarga kerajaan dilihatnya sebagai penyebab ketidakharmonisan Henstridge, yang kini diambang kehancuran karena kematian Robert.
Dengan rencana dihapuskannya Monarki dari tatanan kenegaraan Inggris Raya, banyak pihak merasa dirugikan, terutama anggota kerjaan lain dan para abdinya. Dengan pembubaran keluarga kerajaan, berarti perlakukan khusus atas mereka akan ditiadakan. Cyrus, adik Simon menjadi yang paling frontal diikuti oleh Helena sang Ratu.

Plot
Alur cerita The Royals terbilang cepat sehingga membuat serial ini tidak masuk kategori drama berat. Konflik antar golongan serta scheme tipu menipu menjadi daya tarik tersendiri. Kalau di dibandingankan, mungkin mirip dengan Gossip Girl. Tidak seliar itu juga sih tapi bagian kelicikan dan scheme-nya serupa-lah. Its kinda refreshing really, ringan sekali.
Perebutan tahta menjadi fokus utama, berikut misteri kematian yang menimpa anggota keluarga Henstridge satu per satu, hingga skandal perselingkuhan Helena yang menggagalkan Liam sebagai pengganti Robert.
Melalui serial ini, kita diajak mengintip kondisi di dalam istana kerajaan. Bagaimana kehidupan mereka, apa yang mereka alami dan beban mereka sebagai Royals. Everything they do, they must do it with grace.

Karakter
I fell in love with Queen Helena, being played by Elizabeth Hurley. Liz dengan baik menampilkan potret seorang ratu-muda di masa modern. We can see how torn is the Queen. Di satu sisi harus menunjukkan powernya bahwa Henstridge masih berkuasa, menjaga agar anak-anaknya menjadi pewaris tapi di sisi lain dibenci oleh anak-anaknya sendiri.
Hampir semua karakter di The Royals tidak memiliki batasan yang jelas antara baik dan buruk. Everyone had flaw, even the sweet Prince Liam. Inilah yang membuat serial ini menjadi hidup. Karakter-karakter ini menjadi wildcardnya. Beberapa karakter pendukung memang terlihat too much and too dull. But the main character is good.

Kesimpulannya serial ini pas untuk selingan diantara serial berat macam Game of Thrones atau gelora asmara di Kdrama. Jumlah episode yang tidak terlalu banyak serta alur cerita yang cepat, membuat kita selesai menonton sebelum bosan melanda. Settin cerita yang unsual, yakni modern monarchy juga menjadi daya tarik tersendiri. Kalau di konversi dalam poin, 6/10.

Season 1
Season 2
pass : kbagi-by-tante-inez/subtitle-by-tante-inez

Monday, October 31, 2016

ARQ

ARQ 

ARQ merupakan sebuah film lepas yang diproduksi oleh Netflix. Temanya sci-fi-time-travel ala Edge of Tomorrow. Setting dunia menjelang apocalypse atau yang lebih keren diistilahkan dengan a minute to midnight. Filmnya low budget, jadi jangan mengharapkan special effect dan lokasi yang keren. Bisa dibilang, film ini mengadaptasi cara pembuatan film SAW yang fokus pada lokasi itu-itu saja. So, kekuatannya adalah di akting dan rasa penasaran penonton untuk menduga-duga apakah hal yang sama akan terulang atau tidak. Oya, saya bukan kritikus atau sejenisnya. Review ini berdasarkan preferensi saya aja, so it may differ from others including you hehehe. And Oh... i've made the subtitle of bahasa indonesia for this movie.

Story
ARQ sendiri adalah singkatan dari Arcing Recursive Quine, sebuah alat yang konon berfungsi sebagai generator energi tak terbatas dan juga mesin waktu. ARQ di ciptakan oleh seorang ilmuwan militer bernama Renton yang 'terpaksa' bekerja untuk sebuah korporasi bernama Torus.
Suatu hari Renton terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba sekelompok orang mengenakan masker mendobrak pintu kamarnya. Ia bersama teman wanitanya yang bernama Hannahpun menjadi tawanan kelompok yang menyebut dirinya Bloc. Tujuan Bloc adalah untuk merampok uang milik Renton yang akan mereka gunakan untuk menghancurkan Torus. Di tengah usahanya untuk membebaskan diri dari Bloc, Renton tertembak lalu tak sadarkan diri. Ketika terbangun, Renton mendapatkan dirinya berada di kamar, terbaring di sebelah Hannah. Ketika masih mencerna apa yang baru saja terjadi, mencoba berdamai dengan pikirannya bahwa peristiwa perampokan yang dialaminya adalah sebuah mimpi, pintu kamar Renton kembali di dobrak sama seperti sebelumnya. Renton di tawan, berusaha membebaskan diri, tapi kali ini Hannah yang tertembak baru dirinya. Ketika sadarkan diri kembali, Renton lagi-lagi berada di kamarnya. Rentonpun sadar, bahwa ia telah mengulang hari itu beberapa kali. Apa penyebabnya?

Plot
Pada setiap kali waktu berulang, sedikit demi sedikit misteripun terkuak. Misteri tentang siapa Bloc dan apa hubungan mereka dengan Hannah. Lalu 'keajaiban' ARQ hingga perburuan Torus akan keberadaan Renton yang dianggap sebagai pencuri ARQ.
Karena memang temanya adalah pengulangan waktu, maka beberapa line dan shot akan diulang. Meski begitu, kita nggak malah jadi bosan. Justru hal-hal tersebut jadi patokan penonton untuk menebak hal-hal apa saja yang mungkin berubah dan apa efeknya jika hari kembali terulang. Build up penonton untuk merasa penasaran tentang nasib Hannah dan Renton dibuat dengan halus. Twist yang dihasilkan pada setiap 'pengulangan waktu' pun cukup mengejutkan.
Hubungan masa lalu Renton - Hannah memang pasti bisa segera di duga. Kedekatan mereka bisa terbaca dari dialog dan sikap Renton pada Hannah. At some point, those kind of relationship makes the story-line a little bit predictable. Worry not dear viewer, that kind of thinking...i mean, our expectation out of their relationship might be just the reason there are things that surprise you too.

Cast
Bintang dalam film ini buat saya justru terletak di Hannah bukan Renton yang menjadi point of view film ini. Rachael Taylor yang memerankan Hannah memiliki kualitas akting yang jempolan. It fools you at some point. Meski film low budget dengan latar 'seadanya', Rachael Taylor berhasil membuat penonton mengabaikan 'kesederhanaan' film ini dan fokus pada kedalaman tension serta thrill ceritanya. Pairingnya dengan Robbie Amell sebagai Renton juga pas. Rachel bisa mengangkat karakter Renton yang cenderung flat. Flat dalam arti memang karakter Rentonnya bukan akting Robbie. Pokoknya dari awal kita langsung rooting untuk mereka.

Overall, if i give it a score i'd say ARQ is on 7.5 because its a low budget ones. After taste nonton-nya saya suka. Should i told you how it ends? Nah, just watch it.

Subtitle Bahasa Indonesia ARQ Netflix WebRip 720p | Mirror
Filmnya disini
pass : netflixARQ 

Monday, October 10, 2016

UnReal : My New Favorite TV Series

UnReal TV Series



Review berikut adalah my new favorite tv show tentang kegiatan behind the scene sebuah program televisi berjudul "Everlasting". Serial ini menjadi favorit terbaru saya setelah kehilangan hasrat menonton The Vampire Diaries setelah ditinggal Nina Dobrev. Kenapa jadi favorit? Karena serial ini mengingatkan saya akan satu masa dalam hidup *uhuk*. UnReal adalah pengembangan dari sebuah film pendek berjudul Sequin Raze yang disutradari oleh Sarah Gertrude Shapiro. Sebuah film pendek yang menyingkap dan menampilkan ugly truth dari sebuah program televisi, a reality show. Serial ini tayang perdana tanggal 1 Juni 2015 di stasiun TV Lifetime. Sekarang, musing tayang keduanya baru saja berakhir. Well, mari kita bahas. Scroll ke bawah aja untuk link Sequin Raze.


Story
UnReal mengisahkan lika liku sebuah program televisi berbentuk reality show pencarian jodoh berjudul "Everlasting". Rachel adalah seorang produser yang kembali lagi menjadi tim produksi Everlasting. Kehadiranya menghadirkan angin segar sekaliagus ketakutan bagi kru. Kemampuan Rachel sebagai produser sudah tidak perlu dipertanyakan, tetapi peristiwa di musim tayang Everlasting sebelumnya membuat kru ragu akan kemampuan Rachel untuk mengendalikan dirinya. Ya, Rachel mengalami metldown atau emotional breakdown di season sebelumnya. Nurani dan hatinya meledak tak tahan menanggun akumulasi beban dan konflik yang ia hadapi sebagai kru tim produksi. Peran yang menguras emosi dan memaksanya untuk menutup mata serta mengesampingkan nuraninya demi rating programnya.
Serial ini mengupas pribadi para kru yang terlibat, termasuk para kontestan reality show. Bagaimana sikap mereka ketika dihadapkan pada kenyataan akan proses sebuah produksi program televisi yang tak seindah di layar kaca. Bahwa apa yang ada di layar kaca bisa jadi sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di set. Dialog-dialog diputarbalikkan, dipotong dan disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan tayangan yang disukai penonton, menghibur penonton. Semua yang terlibat di balik layar akan berusaha melakukan apapun demi suksesnya (baca: tingginya rating) program tersebut. Batas-batas moral melebar begitu tipisnya hingga seolah tak ada lagi batasnya.

REVIEW
Plot
Sejak awal tayangan, kita sudah di bawa masuk ke dunia produksi televisi. Bagaimana sikap kru di belakang layar saat proses shooting. Bagaimana mereka berkomentar, menciptakan konflik hingga bertaruh akan kelangsungan nasib para kontestan. Pokoknya realita produksi televesi digambarkan dengan cerdas. Alurnya terbilang straightforward, dari episode pertama kita sudah disuguhkan scheme/trik manipulasi agar Everlasting 'seru dan penuh drama'. Nggak butuh lama untuk tenggelam dalam ceritanya. Fast paced, nggak banyak basa-basi. Intensitas emosi penonton langsung ditancap dengan dialog dan celetukan khas para kru.


Cast and Character
Rachel yang diperankan oleh Shiri Appleby. Satu-satunya cast yang pernah saya lihat sebelumnya dari serial TV Roswell dulu. Dia memainkan karakter Rachel dengan baik, sisi insecure, neurotik bisa kita lihat sejak awal. Karakter-karakter lain terdiferensiasi dengan sendirinya, briliantly played. Quinn sebagai Executive Produser bertangan dingin (diperankan oleh Constance Zimmer) juga menurut saya adalah bintang dari serial ini. It looks very natural, nggak dipaksakan. And believe me, that kind of person is real hahaha. Selain itu, ada Jeremy (diperankan oleh Josh Kelly) sebagai mantan kekasih Rachel yang juga seorang Cameraperson dan Adam Cromwell (diperankan Freddie Stroma) sebagai si 'Bachelor' peserta reality show. Those character become the center of season 1.

Overall, i got nothing to complain. Since i got to work in that kind of field, i'd say its quite real yet at some point a bit exaggerated. Anyway, you get to see beautiful cast. Pretty lady with nice dresses. And the Drama...oh that is just the key. There's always a bitter moment when the crew needed to 'create' a drama for the sake of TV Rating by breaking the reality show's participant. Its never easy to do such thing. And at sometimes it will take its toll, just like what happens to Rachel. So, this series is entertaining (and a little personal for me hehehe).

"Sequin Raze" a Short Movie
UnReal Season 1
UnReal Season 2 (proses upload)
password : subtitle-zen-by-tante-inez
please do check this page or subscribe for further update on other season link.

Wednesday, August 6, 2014

Subtitle Bahasa 300 : Rise of An Emipre


Details
Director : Noam Murro
Producer : Gianni Nunnari, Zack Snyder, Deborah Snyder
Cast : Sullivan Stapleton, Eva Green, Lena Heady, Hans Matheson, Rodrigo Santoro
Music : Junkie XL
Cinematography : Simon Duggan

subtitle bahasa indonesia 300 Rise of an Empire ini sync dengan versi BLOW
Click here to download subtitle bahasa indonesia 300 Rise of an Empire
subtitle bahasa indonesia ini translated by tante_inez

Wednesday, April 9, 2014

12 Years A Slave




Director : Steve McQueen
Screenplay : John Ridley
Music : Hans Zimmer
Cinematography : Sean Bobbit
Starring : Chiwetel Ejiofor, Michael Fassbender, Benedict Cumberbatch, Paul Dano, Paul Giamati, Lupita Nyong'o, Sarah Paulson, Brad Pitt, Alfre Woodard
Award : Oscar 2014 Best Motion Picture of The Year, Best Supporting Actress, Best Adapted Screenplay.

Synopsis
 Film ini berkisah tentang Solomon Northup, seorang pria bebas berkulit hitam dari New York yang terjebak dalam perbudakan. Kisah bermula ketika Solomon membantu sekelompok penghibur sebagai pemain biola yang menuju Washington.Suatu hari, Solomon mabuk berat dan ketika ia sadarkan diri, dia berada dalam sebuah ruangan dengan tangan dirantai. Seseorang masuk dan mengatakan bahwa Solomon adalah seorang budak.
Berbagai cara dilakukan Solomon untuk membuktikan bahwa ia pria bebas bukan budak belian, tapi tanpa surat tanda kebebasan dia tak berdaya. Selama 12 tahun Solomon menjadi budak di Virginia, berganti Tuan dan berganti pengalaman hidup. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Mr. Bass seorang tukang kayu yang bersimpati pada budak-budak Mr. Epps, rekan kerjanya.

Review
Ini adalah film berdurasi panjang yang mendayu-dayu. Menggambarkan dengan penuh dan riil bagaimana kehidupan para budak di masa itu, lengkap dengan sedikit "gore" penyiksaan pada mereka. Sepertinya itulah yang membuat film ini menjadi jawara oscar 2014. Film ini berhasil menyuguhkan penonton sebuah tayangan yang membuat kita larut dan merasakan kepedihan Solomon.
Untuk seluruh cast saya acungi jempol, totalitasnya sangat terasa sampai-sampai saya berpikir "Apa yang ada dalam hati mereka saat memerankan tokoh-tokoh itu?" Terutama untuk Mr.Epps (Michael Fassbender) yang memerankan seorang sadistik, atau Patsey (Lupita Nyong'o) yang menjadi korban kekerasan Mr.Epps. No wonder ketika Lupita menjadi best supporting actress, scene-scene yang harus dia lakukan benar-benar membuat merinding pedih.
Untuk sinematografi dan screenplay saya juga acung jempol. Beauty shot-nya luar biasa. Pengambilan gambar dibuat se-minimal mungkin untuk memperlihatkan kekerasan pada para budak tapi cukup menggambarkan "beratnya" penyiksaan saat itu. Untuk sebuah film adaptasi, meski saya belum baca, sepertinya sudah mendetail dan saya katakan sukses mengadaptasi. Saya yakin cerita dalam bukunya jauh lebih detail lagi karena memang itu adalah true story, dan Solomon sendiri yang menulisnya.
All in all, memang seperti inilah film yang layak memenangkan Oscar. Film yang membuat penonton seolah bisa bersentuhan dengan realita dalam filmnya.

Download Indonesian Subtitle 
Translated by tante_inez
Sync and edited by Indowebster West Movie Subbing Team

Tuesday, March 18, 2014

Know Your Video Files

Setiap user yang suka mendownload film apalagi serial tentu familiar dengan nama files yang aneh dan panjang.
Misalnya, the-vampire-diaries-s01e02-hdtv-lol atau the-originals-s01e010-DLBR-WebDL-480p sedangkan di movies misalnya, ManOfSteel-extended-BRrip-1080p-yify
Apa sih sebenernya maksud dari kata-kata atau kode-kode aneh itu?
Kali ini saya coba jelaskan maksud dari kode-kode tersebut.

Penamaan atau pemberian kode file tersebut adalah identitas dari file video. Dalam judul tersebut sebenarnya sudah tercantum source/sumber video, encoder serta resolusinya.  Jadi, kalau ingin mendapatkan file dengan kualitas bagus, jangan asal comot, tapi perhatikan nama files.

Penamaan Serial TV biasanya diawali dengan judul serial-nomor season dan episode-encoder-video source- lalu resolusi. Urutannya bisa beda, tapi selama kita kenal dengan kode-kode-nya tentu bukan masalah.
contoh files : the-originals-s01e10-DLBR-WebDL-480p
Penamaan diatas berarti serial The Originals-Season 1 Episode 10-encoder:DLBR-source:WebDL-resolusi:480pixel.
 
Hal berikut ini adalah yang paling penting, terutama buat pengunduh yang mencari serial dengan kualitas video yang bagus.
- Pertama perhatikan siapa encodernya
   Untuk serial TV nama-nama encoder yang sudah tak diragukan adalah : MRS (minishares.org), MM (Micromkv.com), DLBR, Nitro (300mbfilms.com), Excellence, Remarkable, Killers
   Untuk movies/film : NiTro, ScOrp (300mbunited.com), yify, ganool (ganool.com), Kings,
- Kedua perhatikan resolusinya.
  480p = height : ~480pixel - Width : ~720pixel
  720p = height : ~720pixel - Width : 900-1080pixel
  mSD = height : ~576pixel - Width : ~800pixel
  *Note : semakin besar pixel maka gambarnya semakin tajam (tidak pecah-pecah).
- Ketiga lihat source-video nya.
   HDTV : berasal dari rekaman serial yang sedang tayang, pake TiVo atau alat TV recording lain. Biasanya ada part-part yang terisi oleh black video tempat slot iklan saat tayang. Link yang pertama muncul biasanya bersumber dari sini.
  WebDL : berasal dari versi rilis web yang dikeluarkan oleh stasiun TV bersangkutan, kadang berisi extras atau tayangan tambahan (tapi extras ini jarang). WebDL ini biasanya 2-10 hari setelah episode tersebut tayang perdana.
  DVDRip/BluRayRip : berasal dari versi dvd atau bluray yang dikeluarkan resmi oleh stasiun TV atau production house. Ini paling lama muncul, biasanya baru dikeluarkan setelah season berikutnya mulai tapi kualitasnya paling bagus. Hasil cut untuk slot-slot iklan akan terasa lebih smooth dan sering kali disertakan scene-scene yang tidak masuk dalam on-air release atau yang disebut dengan uncut version.

Mark my word, tidak semua file yang size-nya besar berarti kualitasnya bagus.
Kenapa?

Kualitas files memang akan terlihat dari ukuran file, tapi bukan berarti setiap files besar memiliki kualitas yang bagus. Ukuran files ini akan berbeda di setiap jenis files-nya (ekstensi files). Beberapa ekstensi akan memiliki ukuran yang 2-3x lebih besar dari ekstensi lain untuk kualitas video yang sama. Apa yang membedakan ekstensi satu dengan yang lain adalah kemampuan kompresinya (menekan ukuran files).
Ekstensi file berbentuk video sangatlah banyak, di sini saya akan bicarakan ekstensi yang familiar di dunia pengunduhan film dan serial televisi. Ekstensi tersebut adalah .avi, .mp4, .mkv.
Saya adalah pengguna dan pecinta ekstensi .mkv karena video files dalam bentuk ini cukup kecil dibanding yang lain dan kualitasnya juga tidak mengecewakan. Ukuran file dengan ekstensi ini bisa separuh dari .avi. Ketika sebuah files dengan resolusi 480p untuk durasi 40menit pada .avi berkisar 350MB maka dengan .mkv bisa separuhnya, sekitar 150-170MB. Ini sangat cocok untuk pengunduh yang fakir kuota bandwidth atau fakir storage harddisk hehe.
Sementara untuk .mp4 juga tidak mengecewakan. Ukuran file-nya masih jauh dibawah .avi bisa separuhnya seperti .mkv. Pada beberapa kasus besaran file .mp4 bisa lebih besar tapi juga kadang lebih kecil dari .mkv hanya saja tidak terlalu jauh, sekitar 20-40MB untuk tayangan berdurasi 40menit.

Sementara untuk files jenis lain, saya sendiri jarang menggunakan. Akan tetapi pada intinya adalah memang banyak variabel yang menentukan kualitas sebuah video. Termasuk bitrate dan jumlah frame/detik, tapi itu untuk bahasan yang lebih mendalam. Untuk pengetahuan pengunduhan film/serial yang bisa nyaman dilihat (tidak sampai tahap memuaskan) saya rasa penjelasan saya sudah cukup. Encoder, resolusi dan ekstensi file, 3 hal itu sudah cukup menjadi guide pencarian file film/serial di dunia maya.

Well, selamat mencari, semoga post kali ini bisa bermanfaat.


Saturday, December 28, 2013

Good Morning, President (2009)




Details
Hangul                     :굿모닝 프레지던트
Revised Romanization   : Gutmoning peurejideonteu
Directed by             : Jang Jin
Produced by             : Kim Mi-hwa
Written by             : Jang Jin
Starring                     : Jang Dong-gun, Lee Soon-jae, Go Doo-shim
Music                     : Han Jae-gwon
Cinematography     : Choe Sang-ho
Editing                          : Kim Sang-bum, Kim Jae-beom
Distributed                : CJ Entertainment
Release dates             : October 22, 2009
Running time            : 132 minutes
Country South Korea
Language Korean

Synopsis
Menceritakan 3 generasi presiden yang memimpin Korea secara berurutan yang di kemas dengan balutan komedi. Film ini menceritakan sisi personal para presiden. Bagaimana mereka lungsur dari kursi kepemimpinan, bertahan dengan dilema dan permasalahan pribadi yang berbenturan dengan kepentingan mereka sebagai pemimpin negara.

English Subtitle, sync with HDTV 720p CHDTV Download