Showing posts with label sinopsis. Show all posts
Showing posts with label sinopsis. Show all posts

Monday, March 6, 2017

Little Big Lies Review

Little Big Lies by HBO

Menemukan serial ini adalah sebuah ketidaksengajaan buat saya. Ketika memang sedang binge watching serial bertema sejenis, muncullah judul ini dan nama Reese Whitersponn serta Nicole Kidman. Wow, nama besar film ada di sebuah mini seri, dan tentunya nama besar HBO pasti keren. Hal yang membuatnya menarik bagi saya, yaitu pertemuan tiga pemeran utama ini plus Alexander Skargaard. Tanpa ekspektasi apa-apa dan thrill karena nama besar mereka, jadilah saya nonton.
Sejak awal, ketika melihat nama orang-orang yang terlibat dalam produksinya, dalam hati saya tahu kalau serial ini akan kelam dan bermuatan psikologis. And its true. Awalnya memang agak membosankan melihat keseharian para ibu-ibu ini. Drama receh karena anak di sekolah yang dibesar-besarkan, is just to low. Tapi ternyata, memang tidak sesederhana itu. Setiap orang punya alasan untuk melihat masalah yang nampak kecil ini menjadi hal yang besar. 

Sinopsis
Ketika karakter ini Jane (Woodley), Madeline (Whiterspoon) dan Celeste (Kidman) berteman karena anak-anak mereka satu sekolah. Madeline membawa Jane masuk ke inner circle-nya karena drama hari pertama sekolah. Drama hari pertama sekolah, mendekatkan ketiga ibu ini. Amabella, seorang anak di kelas mengalami bullying dan ia menunjuk Ziggy (anak Jane) sebagai pelakunya. Kisahpun terbuka sedikit demi sedikit, latar belakang Ziggy yang tanpa ayah membuat Jane ragu dan goncang. Muncul keraguan bahwa Ziggy bisa jadi pelaku bullying. Sementara itu Madeline terus menguatkan Jane si mamah muda bahwa Ziggy tidak mungkin jadi pelakunya.
Di samping Jane, para ibu ini juga menghadapi pergelutannya masing-masing. Celeste dengan hubungan rumah tangga yang penuh kekerasan, Madeline pun bergulat dengan kepelikan hubungannya dengan mantan suaminya. Kericuhan dalam rumah tangga ini memuncak di malam pesta penggalangan dana sekolah. Di ketahuilah, akar masalahnya. Siapa ayah kandung Ziggy? Dapatkah Celeste lepas dari jeratan hubungan abusive-nya? Dapatkan Madeline akur dengan istri dari mantan suaminya? Siapakah yang mati di pesta tersebut? Hingga siapakah pelaku bullying pada Amabella.

Review
Plot 
Mini series ini buat saya sangat woman empowering, pantas saja cast-nya perempuan-perempuan hebat. Kisah Little Big Lies mengupas kelamnya pikiran seorang wanita. Bagaimana kebohongan kecil (little lies) digunakan untuk menutupi peristiwa atau masalah besar. Bagaimana seorang perempuan breakthrough dan kurungan masalahnya. 
Ada 4 tema besar tentang perempuan di sini. Ibu bekerja diperankan oleh Laura Dern; mantan wanita karir yang menjadi ibu rumah tangga dalam kehidupan rumah tangga yang penuh kekerasan oleh Nicole Kidman; Ibu rumah tangga yang mengalami separation anxiety dengan anaknya yang beranjak dewasa oleh Reese Whiterspoon; Single mother korban perkosaan oleh Shailene Woodley. Ke-empat ibu ini berjuang melawan kepelikan hidupnya. Di awali permusuhan, mereka akhirnya bersatu dengan perasaan senasib karena peristiwa pembunuhan yang mereka saksikan bersama. 
Para orang tua siswa menjadi saksi perseteruan mereka dari waktu ke waktu. Sampai tiba peristiwa pembunuhan, mereka merasakan kejanggalan ketika keempat ibu tersebut memberikan kesaksian serupa pada polisi. Setiap orang tua siswa punya dugaan akan siapa pelakunya dan apa motifnya. Hal ini diungkapkan dalam potongan interview dengan polisi di setiap episodenya. Akan tetapi berdasarkan kesaksian keempat ibu muda ini, pembunuhan tersebut adalah bentuk pembelaan diri. Pertanyaan sepanjang serial ini adalah siapa pelakunya? Apakah ini pembunuhan berencana atau bukan? Apa mereka sanggup melakukan pembunuhan, terlebih dengan kelamnya kehidupan mereka? Bisa jadi.
Sebenarnya dalam beberapa episode kita bisa tebak kok siapa ayah Ziggy. Clue-nya sangat jelas. No surprises at the end. Tapi yang menarik bukan itu. Meski endingnya terprediksi secara garis besar, ada twist yang bikin kita melongo. Seriously, i'm in awe. 

Karakter
Saya hanya bisa bilang "well played" dengan aktris se-kaliber mereka, akting dan pendalaman karakter di film ini "as expected". Dengan seketika kita akan masuk dan mendalami setiap karakter ibu-ibu ini dengan mudah. Buat saya akting terbaik jatuh ke Nicole Kidman dan Peter Skarsgaard. Peran sulit yang dieksekusi dengan baik, as expected. Mereka bisa menunjukkan akting brilian pada perubahan sikap bengis ke penuh cinta dalam waktu sangat singkat. Entah berapa take yang dibutuhkan, tapi hasilnya luar biasa. No wonder karakter Celeste diperankan oleh Nicole. 
Lain lagi kalau bicara karakter favorit, buat saya dia adalah Madeline Mackenzie yang diperankan oleh Reese. Karakter yang paling jelas mendeskripsikan ibu rumah tangga. Ibu yang dilanda segala macam kecemasan akan anak remajanya, ke-stagnan-an rumah tangga, sekaligus usaha mencari kesibukan agar perhatiannya dari masalah-masalah itu teralihkan. Madeline adalah karakter yang sangat membumi dan jamak. 

Setting
Bersetting di Monterey, dengan pemandangan pantai, deburan ombak kencang menghantam karang kita dibawa pada dimensi bahwa alam atau nature itu keras. Sementara kondisi sekolah serta rumah yang hangat seolah menyembunyikan kerasnya nature. It reminds me so much of "Revenge" tv series, kelamnya dan twistednya.
Beauty shot-nya benar-benar cantik. Pemotongan gambarnya pun enak. Adegan-adegan disusun dan di ambil dengan hati-hati, benar-benar membuat penonton terhanyut dalam sendu, pedih, takut serta kekhawatiran para karakter. Tanpa dialog, scene-nya sudah bernyawa. Keren.

Overall 
Mini seri ini agak shocking sih buat saya, in a good way. Kalau di kasih skor mungkin 9/10 karena temanya yang women empowering serta cast-nya yang keren abis. Saya nggak yakin dengan script yang demikian akan bisa di deliver sedemikian rapih kalau bukan oleh aktor and aktris sekelas mereka. This is just brilliant.

Monday, January 16, 2017

Black Mirror

 Black Mirror


Serial satu ini direkomendasikan seorang teman, adik kelas di kampus, a fellow blogger Coklat dan Hujan. Nggak ada ekspektasi apa pas nonton karena memang nggak dikasih spoiler. Actually, awalnya dititipin download aja sama dia, terus pas ditanya serialnya gimana, dia jawab 'rame'. Well, berhubung sedang butuh tontonan lain yang agak beda, jadi memutuskan untuk nonton. Hasilnya? Waaayyy too real to the point of scaring. Bukan, ini bukan horor kok.
Black Mirror is an exaggerated version of modern life. Hence the title Black - Mirror (cermin hitam). It depict our everyday life so perfectly...in a way. Mencoba untuk memunculkan ke-semu-an kehidupan modern, termasuk dengan kemajuan teknologinya. Buat saya kontennya more graphic than porn, so to speak. No, its no porn. Serial ini sarat makna kalau kita bisa membandingkannya dengan kehidupan sekarang. Untuk kalian yang nggak suka film yang kebanyakan percakapan dan bikin mikir, you might want to skip this.

Storyline and Plot
Perlu diketahui Black Mirror memiliki cerita dan karakter yang berbeda pada setiap episodenya. Meski begitu, semuanya memiliki benang merah yang sama yaitu Mirroring atau mencerminkan kehidupan masa kini. Membahas kesemuan hidup karena perkembangan teknologi. Mengupas hal-hal yang terkesampingkan atau malah menjadi masalah saking canggihnya teknologi. Seperti sosial media, cloud storage, online gaming, dst. Black Mirror menghadirkan sebuah cerita yang menyentuh salah satu tema pada setiap episodenya. Mulai dari politik, industri hiburan hingga kehidupan pribadi.
Musim tayang pertama bertema politik, industri hiburan, dan hubungan pernikahan. Masing-masing satu episode.
Di episode pertama bercerita tentang ancaman pada Perdana Menteri Inggris. Si pelaku menculik putri kerajaan sebagai alat untuk memaksa Perdana Menteri melakukan keinginannya. Permintaan penculik ini begitu mencengangkan dan membuat geger seluruh dunia. Pihak pemerintahan Inggris berusaha menutup rapat kasus ini tetapi, sang penculik mengunggah video ancamannya di sosial media yang bisa diakses bebas dan dalam hitungan menit saja, sudah menyebar ke se-antero kerajaan. Singkat cerita, si Perdana Menteri dengan berat hati melakukan permintaan si pelaku demi kebebasan sang Putri yang begitu dipuja rakyatnya. Tak lama sang Putri pun terlihat di tempat keramaian. Sementara kemudian, si pelaku ditemukan menggantung dirinya.
Episode pertama ini menggambarkan betapa kuatnya pengaruh media sosial. Sosok perdana menteri dan kekuatan kerajaanpun tak sanggup membendung penyebaran berita. Diluar itu, detail bagaimana pihak pemerintahan mencoba memanipulasi media untuk mencegah penyebaran serta bagaimana media 'melakukan apapun' demi 'kesegaran' dan 'keterbaruan' berita mereka menjadi cermin atau bahkan pencerminan untuk kehidupan masyarakat masa kini. Tak lupa dengan reaksi masyarakat sendiri, pro-kontra sudah sewajarnya. Itulah yang menggiring Perdana Menteri mengambil sikap atau mungkin sebaliknya hehehe, who knows.

Spoilernya segitu aja ya, selebihnya nonton sendiri. Saat ini sedang menginjak musim ke-4. No worries, satu musim tayang hanya 3-4 episode saja dengan durasi masing-masing episode hanya 40-50 menit. Its less than Sherlock, way less but its good. So, check it please. Black Mirror bisa menjadi semacam eye opener. Terlepas dari benar atau nggaknya, toh ini cuma film hehehe. Banyak hal yang bisa dipetik. Bagaimana memposisikan diri kita dalam masyarakat, how to handle a social media (our own post or others). Yang paling penting adalah, people remember, good or bad is relative. Society has its own moral code, to follow or not to is a choice we have to make everyday to determine our place. Do you want this world to be a better place or simple a peaceful one? Pertanyaan yang filosofis, sangat mendasar bukan? Di tengah hiruk pikuk kehidupan dan perkembangan teknologi, kira-kira pertanyaan itu yang ingin di jawab dengan Black Mirror. Buat saya 9/10 nilainya.



Season 1
Season 2 + White Christmast Edition
Season 3

pass if needed : BlackMirrorbyTante_Inez


Monday, December 26, 2016

My Wife's Having An Affair This Week Review

My Wife's Having An Affair



Drama dari Korea Selatan ini berkisah tentang Affair, sesuai judulnya. Ya, benar. Perselingkuhan jadi tema utama. Pengemasannya cukup menarik karena dibalut komedi segar tanpa melepas sisi dramatisnya. Kita langsung bahas aja.

Synopsis
Do Hyun-Woo adalah seorang produser yang sudah menikah 10 tahun. Istrinya Jung Soo-Yeo, adalah seorang ibu bekerja. Mereka memiliki satu orang anak bernama Do Joon-So. Suatu hari Hyun-Woo mempertanyakan kesempurnaan istrinya, adakah wanita yang begitu sempurna tanpa cela? Ibu bekerja dengan rumah yang tertata rapi, pandai memasak, melayani suami dengan baik dan santun pada mertua. Ia pun merasa ada yang tidak beres dibalik kesempurnaan itu hingga mencurigai adanya pria idaman lain. Ia mencoba menampik pemikirannya itu tetapi bukti-bukti bermunculan dan semakin memperkuat kecurigaannya. Tak tahu harus bicara dengan siapa, ia pun curhat di sebuah forum dunia maya dengan menutupi identitasnya. Dari forum tersebut ia mendapatkan banyak saran termasuk cacian dan makian. Berdasarkan saran dari para user forum, Hyun-Woo ingin memastikan kecurigaannya dan melakukan berbagai hal. Dan memang terbukti, sang istri selingkuh.

Selain Hyun-Woo, Choi Yoon-Ki pria mata keranjang yang juga teman Hyun-Woo juga pelaku perselingkuhan. Hyun-Woo mendapatkan informasi "ciri-ciri selingkuh" dari apa yang dilakukan Yoon-Ki pada istrinya. Bagaimana dia mengatur waktu bertemu dengan teman wanitanya, hingga berani selingkuh di depan mata sang istri, Eun A-Ra. A-Ra mencoba menutup mata dan bersabar menjalani pernikahan dengan si hidung belang hingga suatu hari A-Ra tak tahan lagi dan membalas dendam pada Yoon-Ki kemudian mencampakkannya.

Lain lagi dengan kisah Ahn Joon-Young dan Kwon Bo-Young. Keduanya rekan kerja yang tersandung masalah pernikahan. Bo-Young adalah penulis skenario yang bercerai setelah beberapa hari menikah. Sementara Joon-Young tampak berada dalam pernikahan bahagia dengan istri yang sempurna. Ternyata, kisah Joon-Young lebih kelam lagi. Keduanya tak ingin terlibat 'affair' dengan satu sama lain, tetapi apa daya kalau hati berkehendak lain. Apakah mereka benar-benar melakukan 'affair'?

Review
Plot
Grand plot drama ini adalah relationship. Problematika hubungan yang terkait pernikahan. Komposisi drama dan komedinya bisa dibilang bagus. Sehingga drama ini tidak terlalu membosankan. Beberapa hal yang dramatis malah dibalut dengan komedi, jadinya terasa segar tanpa kehilangan esensi dramanya. Hal ini juga membuat scene tertentu menjadi begitu menyentuh, membuat saya berurai air mata. Kepolosan anak pada Joon-So, serta kesabaran A-Ra begitu mengena di hati.
Twist yang disajikan juga cukup mengejutkan. Drama ini berhasil membuat sosok sempurna Soo-Yeo menjadi antagonis. Di tambah dengan plot yang campuran (maju-mundur) serta sinematografi yang apik melengkapi semuanya. Mungkin di episode awal agak kurang hooked atau tertarik dan terasa membosankan, well...bear with it, episode berikutnya will get you hooked.
Akan tetapi, buat saya endingnya anti-klimaks. Setelah emosi dibawa turun naik, endingnya agak kurang nendang. Is it a happy ending? Bisa ya, bisa juga tidak tergantung sudut pandangnya. I think it would be better to end it with a kiss or  a hug.

Cast and Character
Bicara tentang cast, rasanya sudah tepat. Para aktor memainkan perannya dengan baik. Karena tokoh utamanya adalah Hyun woo, Lee Sun-Kyun benar-benar berhasil menggambarkan suami menderita yang putus asa tapi juga penyayang dan bertanggung jawab. Kita sungguh dapat merasakan frustrasi yang dialaminya, merasakan kekesalannya dan memahami perilaku-perilaku bodohnya dan kesal karenanya.
Entah dengan penonton yang lain, tapi yang menarik dan bintang buat saya di drama ini adalah Soo-Yeo yang diperankan oleh Song Ji-Hyo. Akting Ji-Hyo begitu luar biasa hingga saya begitu membenci dan kesal pada Soo-Yeo meskipun dia sosok yang sempurna. Bahkan di saat-saat Soo-Yeo dalam kesulitan atau menderita, saya tetap kesal padanya. Sampai endingpun kekesalan itu masih ada meski sudah berkurang. Soo-Yeo termasuk salah satu tokoh utama tapi frekuensi kemunculannya jauh di bawah Hyun-Woo. Kebayang, kan? Dengan frekuensi yang tidak terlalu sering muncul tapi kesannya sangat kuat. Keren banget!
Bicara tentang karakter, favorit saya adalah Kwon Bo-Young yang diperankan oleh BoA. Bo-Young memiliki karakter yang kuat, keras kepala, tegar tapi juga penyayang. Bo-Young ini cukup menginspirasi, karakter yang woman-empowering pokoknya.

Overall 
Saya ini bukan penggila kdrama apalagi kpop dan bisa dibilang cukup selektif akan drama-drama yang saya tonton. Secara keseluruhan saya suka drama ini dan would definitely watch it again. Nilainya 8/10 deh. Nilainya nggak sempurna karena endingnya dan konten dramanya yang agak kurang. Yes, di beberapa bagian ada scene yang kurang dramatis jad kurang gereget. Tapi mungkin sengaja dibuat begitu biar hal-hal sederhana bisa terasa lebih manis. Ini hanya masalah selera aja sih. Untuk segi cerita dan tontonan, buat saya very enjoyable. Nonton drama ini membuat kita lebih peka dan menghargai hal-hal sederhana serta pay attention to it.

Monday, November 14, 2016

Black Sails : Piracy at its best

BLACK SAILS



Black Sails bertemakan bajak laut. Untuk kalian yang suka nonton Pirates of The Carribean mungkin akan suka. Serial ini menyasar kalangan dewasa karena konten nudity dan gore yang lumayan. Kesan pertama nonton adalah "dirty". Maksudnya memang karena settingnya di abad 18 juga tentang bajak laut, kata 'kotor' ini diterapkan untuk semua hal. Secara literal memang kotor alias caludih kalau bahasa sundanya. Selebihnya ya diterjemahkan sendiri sesuai konten dewasa yang ada. Serial ini diperuntukkan bagi penonton dewasa, terutama yang nggak keberatan dengan ragam sexual orientation. Paham kan ya? Terlepas dari skin eksposure dan fan service-nya, Black Sails punya cerita yang kuat bersumber dari dendam kesumat dan mimpi rakyat jelata untuk hidup lebih baik.

STORY
Adalah Captain Flint yang jadi sentral cerita. Tentang sepak terjangnya sebagai kapten bajak laut yang paling disegani rekannya dan paling ditakuti para pedagang. Ia bekerja sama dengan Eleanor Guthrie untuk mengelola sebuah pulau sarang perompak di kawasan karibia bernama Nassay. Tokoh antagonisnya adalah Kapten Charles Vane beserta orang kepercayaannya Rackham dan Anne. Tim Vane bersaing dengan Tim Flint dalam hal mendulang kesuksesan di lautan sekaligus aliansi dengan Eleanor. Tak ada yang tahu bahwa reputasi dan kejayaan Flint bukan semata untuk materi, Miranda Barlow menjadi bagian dari sejarah kelam Flint. Flint sendiri adalah seorang Admiral (kapten kapal) sebelum akhirnya tenggelam dalam dunia bajak laut. Dia bersama Miranda datang ke pulau tersebut dengan sebuah misi. Setelah sekian lamanya, Miranda menganggap misinya hanyalah mimpi sementara Flint masih terus mengejar. Flint masih belum menemukan yang dia cari.
Pencarian harta karun terbesar, perburuan kapal dagang spanyol, konflik diantara anak buah kapal hingga intrik politik mewarnai cerita Black Sails.

PLOT
Fokus Black Sails adalah pada cerita tentang Capt. Flint. Bagaimana dia berusaha mengembalikan nama baiknya beserta someone specialnya dan Miranda Barlow. Beberapa twist tak terduga dan cliffhanger di akhir season menjadi daya tarik tersendiri. Perkembangan ceritanya bisa dibilang lambat mm... mungkin lebih tepatnya penonton kadang yang telat menyadari hingga jadinya bingung sendiri. Aha moment hampir selalu terjadi di last minute dan dengan cepat ceritanya berputar. Di serial ini buat saya terlalu banyak 'almost moment' atau plot yang 'nyaris' sehingga kadang bikin kesel dan capek nontonnya. At some point you just got bored and stop watching or simply skipping most part. What keeps me going adalah balas dendam flint kepada kerajaan Inggris terlebih setelah tragedi Miranda Barlow. Itu satu. Kedua adalah nasib Eleanor Guthrie untuk kembali memegang kendali Nassau dengan memanfaatkan Armada Laut Inggris yang menangkapnya. The rest is just...

Karakter
Favorit saya sebenarnya Miranda Barlow tapi sayang nasibnya kurang bagus sehingga beralih ke Eleanor. Miranda adalah wanita cerdas dan kuat, miriplah dengan Eleanor. Bisa dibilang kalo Miranda ini versi dewasa dari Eleanor hehehe... Louise Barnes sebagai Miranda dan Hannah New sebagai Eleanor memerankan dengan karakter tersebut dengan pas.
Ada satu karakter yang jadi wildcard di sini, Max namanya. Max diperankan oleh Jessica Parker Kennedy. Max berubah haluan dari seorang protagonis menjadi antagonis di mata saya. Bisa dibilang, kekacauan rencana Flint dan stabilitas Nassau adalah akibat ulahnya hahaha. Keren.

Overall
Serial ini menarik buat saya karena memang saya fans-nya Pirates Of Carribean. Ketika PoC bergelut dengan mitos mistis, Black Sails lebih realistis. Konflik perburuan harta karun, kapal dagang dan dendam kesumat membuat BS menjadi easy to relate. Hal yang menjadi BS nggak jadi favorit adalah ke 'dirty'-annya baik secara harfiah ataupun perumpamaan hehehe. Too much skin and dirt..just...too much. Well, itulah pendapat saya tentang Black Sails. I'm not a critics, just a person that happens to like watching.


Filmnya Disini

Monday, November 7, 2016

This Is Us

THIS IS US



This is Us...satu kata yang menerangkan serial ini adalah "beautiful". Pilot episode-nya langsung bikin penonton "hooked" dan jatuh cinta, ya jatuh cinta. Dari sekian puluh serial dan film yang pernah saya tonton, ini salah satu yang bikin saja jatuh cinta di episode pertama. Sebuah tontonan tentang keluarga yang rasanya manis dan hangat. Berkisah tentang empat manusia yang berbagi tanggal lahir yang sama. Serial ini baru tayang beberapa episode saja, jadi belum tahu juga apakah akan jadi long series atau short-lived one. Dengan tema drama keluarga yang cukup serius, agak susah juga sih 'sepertinya' untuk bisa bertahan. Semoga cast-nya bisa 'ngangkat' rating hehehe...

Story
Adalah Jack, Randall, Kate dan Kevin yang berbagi tanggal lahir yang sama. Di ulang tahunnya yang ke-30, Jack tengah menantikan kehadiran anak-anaknya yang kembar 3. Ia dan istrinya Rebecca tengah mengalami kemelut kelahiran, dimana memang melahirkan anak kembar beresiko tinggi. Lain lagi dengan Randall yang tengah dilanda konflik ketika ayahnya yang tak pernah dia kenal, kembali muncul dalam hidupnya. Sementara itu di hari yang sama, Kevin sang aktor agak terkenal berkontemplasi tentang hidupnya yang mengantarkannya untuk keluar dari dunia keartisan televisi. Kate, untuk kesekian puluh kalinya menyerah pada godaan setelah berusaha untuk menurunkan berat badan sepanjang hidupnya.
Kehangatan diantara Jack dan Rebecca (istrinya) dan kemelut yang dihadapi oleh masing-masing karakter mengingatkan kita bahwa keluarga (bagaimanapun anehnya) akan dan seharusnya menjadi tempat nyaman (comfort zone). Serial ini berkisah tentang bagaimana sebuah keluarga tetap bertahan, mencoba utuh selama melewati fase-fase hidup.
Hampir di setiap episode-nya kita selalu menemukan twist yang mengejutkan. Jujur aja di episode pertama saya baru 'ngeh' dan bisa menghubungkan setiap cerita menjelang episode berakhir. Tepatnya saat Jack bercakap dengan seorang polisi di depan ruang bayi yang baru lahir. Dem feels lah pokoknya.


Karakter
Bisa dibilang serial ini 'bertabur bintang'. Jack diperankan oleh Milo Ventimiglia (Gilmore Girls, Heroes) sementara Rebecca diperankan oleh Mandy Moore. Lalu ada Kevin yang diperankan oleh Justin Hartley  (Smallville, Revenge, Mistresses).
Dari semua karakter, yang menarik buat saya Jack dan Rebecca. Sejak awal episode, karakternya sudah hidup dan alurnyapun jelas. Meski begitu karakter lainpun berkembang setiap episodenya. Milo sebagai Jack dan Mandy sebagai Rebecca begitu klop, chemistry diantara mereka juga pas. Lalu kehangatan diantara merekapun pecah ketika negara api menyerang....(sigh). Sementara itu karakter Kevin dieksekusi dengan baik oleh Justin. Entah ya, aku sih merasa Kevin ini seperti bentuk proyeksi/curhatan dari kebanyakan aktor middle-class dan Justin jadi perfect fit. Paras ganteng, akting hebat tapi somehow stuck dengan middle-class role. Kita sebagai penoton bisa dengan mudah relate dengan Kevin dan juga Kate. Yup, semua perempuan pasti bisa relate dengan Kate. Perempuan mana yang nggak battling with diet?? hehehe...i mean most girls are.

Overall, karena serial ini masih baru jadi belom tau juga nasibnya apakah akan bisa panjang atau hanya berlangsung beberapa episode saja. Buat saya sih mereka punya banyak potensi untuk jadi drama bagus. Great cast, briliant plot twist, potensi twist dan konflik yang terbuka lebar, serta karakter yang masih sangat berkembang. Saya justru khawatir dengan temanya yang cenderung 'drama berat' akan jadi sandungan, karena ada beberapa momen yang memang membuat serial ini jadi membosankan dan monoton. Well, i'm not a critics. Ini hanya pendapat saya tentang serial ini sesuai dengan preferensi saya sebagai tukang nonton. Nggak ada salahnya coba dulu nonton 1-3 episode, kalo too much ya tinggalkan saja, as simple as that hehehe... Selamat menonton viewers.

Monday, September 19, 2016

Review : Childhood's End (2014)



Kali ini saya akan membuat SERIES REVIEW dari SERIAL berjudul CHILDHOODS END. Childhoods End adalah mini-series dari stasiun tv syfy sebanyak 3 episode. Serial ini merupakan adaptasi dari novel yang berjudul sama buah karya Arthur C. Clarke. Semoga bermanfaat sebagai referensi rekan-rekan yang suka nonton.

SINOPSIS
Serial ini berkisah tentang dunia yang tetiba diinvasi oleh alien. On the ordinary day at Earth, people get scared, confused and shocked. Sebuah pesawat alien melayang di langit. Semua sistem komunikasi terganggu, bahkan pesawat, kapal dan kendaraan yang tengah berjalanpun semua berhenti. Berhenti dengan aman, tanpa korban jiwa. Bersamaan dengan itu, manusia-manusia terkasih yang telah tiada begitu saja muncul dan berkata, "Jangan takut, nama saya Karellen." Ya, sosok alien ini menyebut dirinya Karellen dan tidak pernah menunjukkan siapa dirinya. Ia berbicara melalui perantara seorang pria bernama Ricky Stormgren.

Karellen menyatakan bahwa misinya di bumi adalah untuk menolong umat manusia, and he did. Bertahun-tahun setelah kehadirannya bumi hidup dalam sebuah utopia. Dunia baru yang aman, damai, tanpa kekerasan, tanpa teknologi canggih just like the old days. Manusia sendiri seolah berada dalam sebuah euphoria kedamaian, dorongan-dorongan liar manusia untuk berbuat jahat hilang begitu saja. Kesehatan manusia terjaga dengan fasilitas canggih yang disediakan. Pertanian dan perkebunanpun melimpah ruah. Karellen bukan hanya menjadi sosok penyelamat. Bagi sebagian, Karellen adalah Tuhan dan Ricky adalah Sang Nabi.

Sampai suatu hari, ketika Ricky diserang penyakit dan Karellen tidak juga menyembuhkannya. Faith manusia akan Karellenpun mulai goyah. Terlebih ketika peristiwa aneh menimpa para anak-anak. Mereka seperti 'bocah setan' dalam film the Omen. Mistis. Adalah keluarga Greggson yang tengah menantikan kehadiran anak perempuannya. Mereka sudah siapkan namanya, yaitu "Jennifer." Fenomena-fenomena yang tidak dapat dijelaskan menimpa keluarga itu bahkan sebelum Jennifer lahir. Apakah yang terjadi pada bumi? Benarkah Karellen adalah penyelamat bumi?

REVIEW
Pertama memilih untuk nonton ini yang terbayang adalah tipikal film alien yang mencoba menginvasi bumi. Datang ke bumi, memusnahkan manusia dan menjadikan bumi tempat tinggal mereka atau menggunakan bumi sebagai salah satu resource yang menghidupi planet asal mereka. Pikiran itu langsung hilang saat Karellen bicara. Tone suara Charles Dance as Karellen (juga Tywin Lannister) ini bener-bener pas dan convincing. Sepanjang episode bahkan hingga akhir, saya masih bertanya-tanya apa sih agenda dari Karellen ini.
Serial ini dengan sempurna menggiring kita untuk memahami betul kenapa manusia akhirnya 'menyerah' dan yakin akan kata-kata Karellen. Bahwa pada dasarnya kita ingin menikmati hidup dalam kesedarhanaan, kita mendambakan lingkungan yang aman dan kesehatan yang terus terjaga. Karellen berhasil memberikan itu, hingga manusia hidup dalam sebuah euphoria "living the dream" dan terlena di dalamnya.
Pola pemahaman saya akan film ini langsung berubah ketika melihat wujud Karellen. This is not about an alien, its about faith. Its about judgement day and the end of the world. Nonton yang sempet bikin bosen langsung putar otak mengaitkan apa yang dipaparkan dalam film ini dengan ayat-ayat dalam kitab agama saya. Hasilnya? Merinding!
Jennifer and everything about her existence and sect sukses membuat saya spooky. At some-point serial inipun berubah menjadi semi-thriller yang penuh suspense. But, nothing beats the feeling you have at the end of the episode. i literally cried. sangat menyentuh. the backsound just make it worst. i'm a big fan of sad ending, hampir setiap cerpen yang saya tulis selalu punya sad ending and this...one of the best ever.
Serial ini tidak lagi jadi serial yang dull and typical, its something else. Pengalaman baru.

Referensi film/serial Alien yang lain :
V, Helix,

Disini Filmnya
pass:subtitle-zen-by-tante-inez