Monday, November 14, 2016

Black Sails : Piracy at its best

BLACK SAILS



Black Sails bertemakan bajak laut. Untuk kalian yang suka nonton Pirates of The Carribean mungkin akan suka. Serial ini menyasar kalangan dewasa karena konten nudity dan gore yang lumayan. Kesan pertama nonton adalah "dirty". Maksudnya memang karena settingnya di abad 18 juga tentang bajak laut, kata 'kotor' ini diterapkan untuk semua hal. Secara literal memang kotor alias caludih kalau bahasa sundanya. Selebihnya ya diterjemahkan sendiri sesuai konten dewasa yang ada. Serial ini diperuntukkan bagi penonton dewasa, terutama yang nggak keberatan dengan ragam sexual orientation. Paham kan ya? Terlepas dari skin eksposure dan fan service-nya, Black Sails punya cerita yang kuat bersumber dari dendam kesumat dan mimpi rakyat jelata untuk hidup lebih baik.

STORY
Adalah Captain Flint yang jadi sentral cerita. Tentang sepak terjangnya sebagai kapten bajak laut yang paling disegani rekannya dan paling ditakuti para pedagang. Ia bekerja sama dengan Eleanor Guthrie untuk mengelola sebuah pulau sarang perompak di kawasan karibia bernama Nassay. Tokoh antagonisnya adalah Kapten Charles Vane beserta orang kepercayaannya Rackham dan Anne. Tim Vane bersaing dengan Tim Flint dalam hal mendulang kesuksesan di lautan sekaligus aliansi dengan Eleanor. Tak ada yang tahu bahwa reputasi dan kejayaan Flint bukan semata untuk materi, Miranda Barlow menjadi bagian dari sejarah kelam Flint. Flint sendiri adalah seorang Admiral (kapten kapal) sebelum akhirnya tenggelam dalam dunia bajak laut. Dia bersama Miranda datang ke pulau tersebut dengan sebuah misi. Setelah sekian lamanya, Miranda menganggap misinya hanyalah mimpi sementara Flint masih terus mengejar. Flint masih belum menemukan yang dia cari.
Pencarian harta karun terbesar, perburuan kapal dagang spanyol, konflik diantara anak buah kapal hingga intrik politik mewarnai cerita Black Sails.

PLOT
Fokus Black Sails adalah pada cerita tentang Capt. Flint. Bagaimana dia berusaha mengembalikan nama baiknya beserta someone specialnya dan Miranda Barlow. Beberapa twist tak terduga dan cliffhanger di akhir season menjadi daya tarik tersendiri. Perkembangan ceritanya bisa dibilang lambat mm... mungkin lebih tepatnya penonton kadang yang telat menyadari hingga jadinya bingung sendiri. Aha moment hampir selalu terjadi di last minute dan dengan cepat ceritanya berputar. Di serial ini buat saya terlalu banyak 'almost moment' atau plot yang 'nyaris' sehingga kadang bikin kesel dan capek nontonnya. At some point you just got bored and stop watching or simply skipping most part. What keeps me going adalah balas dendam flint kepada kerajaan Inggris terlebih setelah tragedi Miranda Barlow. Itu satu. Kedua adalah nasib Eleanor Guthrie untuk kembali memegang kendali Nassau dengan memanfaatkan Armada Laut Inggris yang menangkapnya. The rest is just...

Karakter
Favorit saya sebenarnya Miranda Barlow tapi sayang nasibnya kurang bagus sehingga beralih ke Eleanor. Miranda adalah wanita cerdas dan kuat, miriplah dengan Eleanor. Bisa dibilang kalo Miranda ini versi dewasa dari Eleanor hehehe... Louise Barnes sebagai Miranda dan Hannah New sebagai Eleanor memerankan dengan karakter tersebut dengan pas.
Ada satu karakter yang jadi wildcard di sini, Max namanya. Max diperankan oleh Jessica Parker Kennedy. Max berubah haluan dari seorang protagonis menjadi antagonis di mata saya. Bisa dibilang, kekacauan rencana Flint dan stabilitas Nassau adalah akibat ulahnya hahaha. Keren.

Overall
Serial ini menarik buat saya karena memang saya fans-nya Pirates Of Carribean. Ketika PoC bergelut dengan mitos mistis, Black Sails lebih realistis. Konflik perburuan harta karun, kapal dagang dan dendam kesumat membuat BS menjadi easy to relate. Hal yang menjadi BS nggak jadi favorit adalah ke 'dirty'-annya baik secara harfiah ataupun perumpamaan hehehe. Too much skin and dirt..just...too much. Well, itulah pendapat saya tentang Black Sails. I'm not a critics, just a person that happens to like watching.


Filmnya Disini

No comments:

Post a Comment