Showing posts with label hbo. Show all posts
Showing posts with label hbo. Show all posts

Monday, March 6, 2017

Little Big Lies Review

Little Big Lies by HBO

Menemukan serial ini adalah sebuah ketidaksengajaan buat saya. Ketika memang sedang binge watching serial bertema sejenis, muncullah judul ini dan nama Reese Whitersponn serta Nicole Kidman. Wow, nama besar film ada di sebuah mini seri, dan tentunya nama besar HBO pasti keren. Hal yang membuatnya menarik bagi saya, yaitu pertemuan tiga pemeran utama ini plus Alexander Skargaard. Tanpa ekspektasi apa-apa dan thrill karena nama besar mereka, jadilah saya nonton.
Sejak awal, ketika melihat nama orang-orang yang terlibat dalam produksinya, dalam hati saya tahu kalau serial ini akan kelam dan bermuatan psikologis. And its true. Awalnya memang agak membosankan melihat keseharian para ibu-ibu ini. Drama receh karena anak di sekolah yang dibesar-besarkan, is just to low. Tapi ternyata, memang tidak sesederhana itu. Setiap orang punya alasan untuk melihat masalah yang nampak kecil ini menjadi hal yang besar. 

Sinopsis
Ketika karakter ini Jane (Woodley), Madeline (Whiterspoon) dan Celeste (Kidman) berteman karena anak-anak mereka satu sekolah. Madeline membawa Jane masuk ke inner circle-nya karena drama hari pertama sekolah. Drama hari pertama sekolah, mendekatkan ketiga ibu ini. Amabella, seorang anak di kelas mengalami bullying dan ia menunjuk Ziggy (anak Jane) sebagai pelakunya. Kisahpun terbuka sedikit demi sedikit, latar belakang Ziggy yang tanpa ayah membuat Jane ragu dan goncang. Muncul keraguan bahwa Ziggy bisa jadi pelaku bullying. Sementara itu Madeline terus menguatkan Jane si mamah muda bahwa Ziggy tidak mungkin jadi pelakunya.
Di samping Jane, para ibu ini juga menghadapi pergelutannya masing-masing. Celeste dengan hubungan rumah tangga yang penuh kekerasan, Madeline pun bergulat dengan kepelikan hubungannya dengan mantan suaminya. Kericuhan dalam rumah tangga ini memuncak di malam pesta penggalangan dana sekolah. Di ketahuilah, akar masalahnya. Siapa ayah kandung Ziggy? Dapatkah Celeste lepas dari jeratan hubungan abusive-nya? Dapatkan Madeline akur dengan istri dari mantan suaminya? Siapakah yang mati di pesta tersebut? Hingga siapakah pelaku bullying pada Amabella.

Review
Plot 
Mini series ini buat saya sangat woman empowering, pantas saja cast-nya perempuan-perempuan hebat. Kisah Little Big Lies mengupas kelamnya pikiran seorang wanita. Bagaimana kebohongan kecil (little lies) digunakan untuk menutupi peristiwa atau masalah besar. Bagaimana seorang perempuan breakthrough dan kurungan masalahnya. 
Ada 4 tema besar tentang perempuan di sini. Ibu bekerja diperankan oleh Laura Dern; mantan wanita karir yang menjadi ibu rumah tangga dalam kehidupan rumah tangga yang penuh kekerasan oleh Nicole Kidman; Ibu rumah tangga yang mengalami separation anxiety dengan anaknya yang beranjak dewasa oleh Reese Whiterspoon; Single mother korban perkosaan oleh Shailene Woodley. Ke-empat ibu ini berjuang melawan kepelikan hidupnya. Di awali permusuhan, mereka akhirnya bersatu dengan perasaan senasib karena peristiwa pembunuhan yang mereka saksikan bersama. 
Para orang tua siswa menjadi saksi perseteruan mereka dari waktu ke waktu. Sampai tiba peristiwa pembunuhan, mereka merasakan kejanggalan ketika keempat ibu tersebut memberikan kesaksian serupa pada polisi. Setiap orang tua siswa punya dugaan akan siapa pelakunya dan apa motifnya. Hal ini diungkapkan dalam potongan interview dengan polisi di setiap episodenya. Akan tetapi berdasarkan kesaksian keempat ibu muda ini, pembunuhan tersebut adalah bentuk pembelaan diri. Pertanyaan sepanjang serial ini adalah siapa pelakunya? Apakah ini pembunuhan berencana atau bukan? Apa mereka sanggup melakukan pembunuhan, terlebih dengan kelamnya kehidupan mereka? Bisa jadi.
Sebenarnya dalam beberapa episode kita bisa tebak kok siapa ayah Ziggy. Clue-nya sangat jelas. No surprises at the end. Tapi yang menarik bukan itu. Meski endingnya terprediksi secara garis besar, ada twist yang bikin kita melongo. Seriously, i'm in awe. 

Karakter
Saya hanya bisa bilang "well played" dengan aktris se-kaliber mereka, akting dan pendalaman karakter di film ini "as expected". Dengan seketika kita akan masuk dan mendalami setiap karakter ibu-ibu ini dengan mudah. Buat saya akting terbaik jatuh ke Nicole Kidman dan Peter Skarsgaard. Peran sulit yang dieksekusi dengan baik, as expected. Mereka bisa menunjukkan akting brilian pada perubahan sikap bengis ke penuh cinta dalam waktu sangat singkat. Entah berapa take yang dibutuhkan, tapi hasilnya luar biasa. No wonder karakter Celeste diperankan oleh Nicole. 
Lain lagi kalau bicara karakter favorit, buat saya dia adalah Madeline Mackenzie yang diperankan oleh Reese. Karakter yang paling jelas mendeskripsikan ibu rumah tangga. Ibu yang dilanda segala macam kecemasan akan anak remajanya, ke-stagnan-an rumah tangga, sekaligus usaha mencari kesibukan agar perhatiannya dari masalah-masalah itu teralihkan. Madeline adalah karakter yang sangat membumi dan jamak. 

Setting
Bersetting di Monterey, dengan pemandangan pantai, deburan ombak kencang menghantam karang kita dibawa pada dimensi bahwa alam atau nature itu keras. Sementara kondisi sekolah serta rumah yang hangat seolah menyembunyikan kerasnya nature. It reminds me so much of "Revenge" tv series, kelamnya dan twistednya.
Beauty shot-nya benar-benar cantik. Pemotongan gambarnya pun enak. Adegan-adegan disusun dan di ambil dengan hati-hati, benar-benar membuat penonton terhanyut dalam sendu, pedih, takut serta kekhawatiran para karakter. Tanpa dialog, scene-nya sudah bernyawa. Keren.

Overall 
Mini seri ini agak shocking sih buat saya, in a good way. Kalau di kasih skor mungkin 9/10 karena temanya yang women empowering serta cast-nya yang keren abis. Saya nggak yakin dengan script yang demikian akan bisa di deliver sedemikian rapih kalau bukan oleh aktor and aktris sekelas mereka. This is just brilliant.

Monday, December 12, 2016

Westworld

Westworld


Westworld adalah serial yang lengkap buat saya. Temanya fiksi ilmiah umm lebih tepatnya sih sci-fi-psy, fiksi ilmiah psikologi karena bicara tentang eksistensialisme dan krisis identitas. Berseting di era modern, Westworld merupakan sebuah dunia fantasi atau taman rekreasi. Sebuah dunia yang diciptakan bagi mereka yang ingin bermain peran, menjadi orang lain. Sesuai dengan namanya west-world atau dunia bagian barat, set dari dunia fantasi ini bertema western-comboy. Di dalamnya, para pengunjung bebas melakukan apapun tanpa perlu takut mati. Hal ini dikarenakan para pemeran di dalamnya, yang di sebut Host, sudah di set sedemikian rupa untuk tidak menyakiti pengunjung. Selebihnya, Westworld is as real as the world it is.

Synopsis
Westworld adalah sebuah dunia dalam dunia. Dibalik berjalannya dunia fantasi tersebut, ratusan orang bekerja untuk mengelolanya. Memonitor gerakan setiap host, 'membersihkan' dunia tersebut dari segala hal yang dilakukan oleh para pengunjung. Menghapus ingatan para host dan mengembalikan kondisi dunianya ke setting awal. Setiap harinya, puluhan host mati lalu dihidupkan kembali dengan jasad barunya. Ingatan mereka dihapus, kepribadian mereka di sesuaikan untuk kepentingan pengunjung. Setelah itu mereka di kembalikan ke Westworld untuk mengulang hari mereka dengan rutinitas yang sama. Maeve dan Clementine misalnya, yang siap menghibur para pengunjung di rumah bordir tempat mereka bekerja.
Sudah 35 tahun Westworld berjalan. Jumlah Host-pun ditambah seiring dengan perkembangan 'script' yang ditawarkan pada pengunjung. Dari sekian banyak, beberapa Host generasi pertama masih digunakan. Dolores dan Teddy misalnya. Keduanya memiliki pola tertentu saat berinteraksi. Kadang mereka berada di satu 'script' yang sama, kadang tidak. Tapi entah kenapa mereka selalu bertemu pada akhirnya.
Seiring dengan berjalannya waktu, para Host harus disesuaikan atau diprogram ulang agar mereka tetap pada jalurnya, mengikuti script yang sudah dibuat. Secara berkala para Host di cek jika ada hal-hal ganjil diluar rutinitas mereka terjadi. Tidak jarang, kepribadian mereka dirubah untuk mengisi karakter baru dalam sebuah script yang dibuat tim Westworld.
Salah seorang pengunjung menjadi begitu terobsesi dengan Westworld, dan menjadi pelanggan setia Westworld selama 30 tahun terakhir. Hampir semua karakter ia kenali, semua script juga sudah dia jalani kecuali satu. Sebuah script 'pencarian' akan sesuatu yang di sebut "The Maze". Tak ada yang tahu tentang The Maze, hingga ia harus berulang kali datang dan menyiksa para Host untuk mendapatkan petunjuk. Dolores menjadi salah satunya. Dia percaya, bahwa Dolores adalah kuncinya. Di akhir pencariannya, muncul sebuah nama, Arnold. Arnold sendiri merupakan salah satu kreator dari Westworld yang sudah meninggal. Apakah benar Arnold sudah meninggal? 


Review
Plot
Dua hal yang harus di pahami dari serial ini adalah, bahwa semuanya terkait dan setiap detail adalah penting. Dengan itu, kita akan lebih jeli dan mudah menangkap maksud ceritanya. Saya butuh beberapa lama untuk akhirnya menonton dengan sungguh-sungguh. Dan seiring episode berjalan, semuanya semakin pelik. Alur waktunya di buat berlapis-lapis seperti Inception. Kalau kurang jeli, pasti bingung dengan urutan waktunya.
Dolores memang menjadi kunci serial ini, but even then...when we thought we knew...we're just being duped again hahaha. Keterkaitan Dolores dan Teddy bukan sekedar red-knot alias cinta, begitu juga dengan dr.Frost rekan Arnold dan Bernard (asisten dr.Frost).
Selain alur yang berlapis, eksistensialisme juga menambah kepelikan ceritanya. Kita akan dibingungkan dengan timeline serta mempertanyakan mana yang nyata, mana yang tidak. Mana yang benar terjadi, mana yang di rekayasa. Seriously, it just mindfuck. Ketika satu persatu Host generasi pertama mengingat repihan-repihan episode kelam yang mereka jalani. Ketika mereka menjadi buruan pelanggan, korban pembunuhan dan sebagainya. Kita akan digiring untuk penasaran, 'apakah para Host ini akan menyadari bahwa mereka hanya boneka?'
Beberapa cabang cerita akan terlihat klise, terutama Teddy-Dolores-William. Its gonna look that its a love triangle. Well..its not exactly like that actually, so you'll forgive the cliche in the end.
As cliche as it is, for me, the best part is the ending. Its concluded. No need for second season.

Character
We all will fall to Dolores, so was I, karena Dolores menjadi jembatan dari cabang-cabang alur yang ada.  Dia menjadi trigger penonton untuk memanusiakan para Host. Diapula yang menjadi bom kejutan untuk serial ini. Selain Dolores, ada Maeve si Host yang membuat kekacauan di ruang kendali Westworld. Maeve begitu kuat hingga bisa memanipulasi ilmuwan yang menanganinya, but in the end all is always according to dr.Robert Frost.
Frost diperankan oleh Anthony Hopkins, so expect greatness from him hehe. Sosoknya yang tenang, selalu menyimpan kekuatan tak terduga di baliknya and indeed he is. Sepanjang nonton, sosok Frost berubah-rubah buat saya. Maksudnya berubah, kadang masuk protagonis kadang masuk antagonis. To my surprise now, semua karakter tidak ada yang benar-benar antagonis atau protagonis..umm..maybe except Teddy.

Overall, what can i say about this series...umm... mindfuck. Thats the word. And..I'll give a 9/10. Selamat menonton.