Showing posts with label 2017. Show all posts
Showing posts with label 2017. Show all posts

Monday, December 26, 2016

My Wife's Having An Affair This Week Review

My Wife's Having An Affair



Drama dari Korea Selatan ini berkisah tentang Affair, sesuai judulnya. Ya, benar. Perselingkuhan jadi tema utama. Pengemasannya cukup menarik karena dibalut komedi segar tanpa melepas sisi dramatisnya. Kita langsung bahas aja.

Synopsis
Do Hyun-Woo adalah seorang produser yang sudah menikah 10 tahun. Istrinya Jung Soo-Yeo, adalah seorang ibu bekerja. Mereka memiliki satu orang anak bernama Do Joon-So. Suatu hari Hyun-Woo mempertanyakan kesempurnaan istrinya, adakah wanita yang begitu sempurna tanpa cela? Ibu bekerja dengan rumah yang tertata rapi, pandai memasak, melayani suami dengan baik dan santun pada mertua. Ia pun merasa ada yang tidak beres dibalik kesempurnaan itu hingga mencurigai adanya pria idaman lain. Ia mencoba menampik pemikirannya itu tetapi bukti-bukti bermunculan dan semakin memperkuat kecurigaannya. Tak tahu harus bicara dengan siapa, ia pun curhat di sebuah forum dunia maya dengan menutupi identitasnya. Dari forum tersebut ia mendapatkan banyak saran termasuk cacian dan makian. Berdasarkan saran dari para user forum, Hyun-Woo ingin memastikan kecurigaannya dan melakukan berbagai hal. Dan memang terbukti, sang istri selingkuh.

Selain Hyun-Woo, Choi Yoon-Ki pria mata keranjang yang juga teman Hyun-Woo juga pelaku perselingkuhan. Hyun-Woo mendapatkan informasi "ciri-ciri selingkuh" dari apa yang dilakukan Yoon-Ki pada istrinya. Bagaimana dia mengatur waktu bertemu dengan teman wanitanya, hingga berani selingkuh di depan mata sang istri, Eun A-Ra. A-Ra mencoba menutup mata dan bersabar menjalani pernikahan dengan si hidung belang hingga suatu hari A-Ra tak tahan lagi dan membalas dendam pada Yoon-Ki kemudian mencampakkannya.

Lain lagi dengan kisah Ahn Joon-Young dan Kwon Bo-Young. Keduanya rekan kerja yang tersandung masalah pernikahan. Bo-Young adalah penulis skenario yang bercerai setelah beberapa hari menikah. Sementara Joon-Young tampak berada dalam pernikahan bahagia dengan istri yang sempurna. Ternyata, kisah Joon-Young lebih kelam lagi. Keduanya tak ingin terlibat 'affair' dengan satu sama lain, tetapi apa daya kalau hati berkehendak lain. Apakah mereka benar-benar melakukan 'affair'?

Review
Plot
Grand plot drama ini adalah relationship. Problematika hubungan yang terkait pernikahan. Komposisi drama dan komedinya bisa dibilang bagus. Sehingga drama ini tidak terlalu membosankan. Beberapa hal yang dramatis malah dibalut dengan komedi, jadinya terasa segar tanpa kehilangan esensi dramanya. Hal ini juga membuat scene tertentu menjadi begitu menyentuh, membuat saya berurai air mata. Kepolosan anak pada Joon-So, serta kesabaran A-Ra begitu mengena di hati.
Twist yang disajikan juga cukup mengejutkan. Drama ini berhasil membuat sosok sempurna Soo-Yeo menjadi antagonis. Di tambah dengan plot yang campuran (maju-mundur) serta sinematografi yang apik melengkapi semuanya. Mungkin di episode awal agak kurang hooked atau tertarik dan terasa membosankan, well...bear with it, episode berikutnya will get you hooked.
Akan tetapi, buat saya endingnya anti-klimaks. Setelah emosi dibawa turun naik, endingnya agak kurang nendang. Is it a happy ending? Bisa ya, bisa juga tidak tergantung sudut pandangnya. I think it would be better to end it with a kiss or  a hug.

Cast and Character
Bicara tentang cast, rasanya sudah tepat. Para aktor memainkan perannya dengan baik. Karena tokoh utamanya adalah Hyun woo, Lee Sun-Kyun benar-benar berhasil menggambarkan suami menderita yang putus asa tapi juga penyayang dan bertanggung jawab. Kita sungguh dapat merasakan frustrasi yang dialaminya, merasakan kekesalannya dan memahami perilaku-perilaku bodohnya dan kesal karenanya.
Entah dengan penonton yang lain, tapi yang menarik dan bintang buat saya di drama ini adalah Soo-Yeo yang diperankan oleh Song Ji-Hyo. Akting Ji-Hyo begitu luar biasa hingga saya begitu membenci dan kesal pada Soo-Yeo meskipun dia sosok yang sempurna. Bahkan di saat-saat Soo-Yeo dalam kesulitan atau menderita, saya tetap kesal padanya. Sampai endingpun kekesalan itu masih ada meski sudah berkurang. Soo-Yeo termasuk salah satu tokoh utama tapi frekuensi kemunculannya jauh di bawah Hyun-Woo. Kebayang, kan? Dengan frekuensi yang tidak terlalu sering muncul tapi kesannya sangat kuat. Keren banget!
Bicara tentang karakter, favorit saya adalah Kwon Bo-Young yang diperankan oleh BoA. Bo-Young memiliki karakter yang kuat, keras kepala, tegar tapi juga penyayang. Bo-Young ini cukup menginspirasi, karakter yang woman-empowering pokoknya.

Overall 
Saya ini bukan penggila kdrama apalagi kpop dan bisa dibilang cukup selektif akan drama-drama yang saya tonton. Secara keseluruhan saya suka drama ini dan would definitely watch it again. Nilainya 8/10 deh. Nilainya nggak sempurna karena endingnya dan konten dramanya yang agak kurang. Yes, di beberapa bagian ada scene yang kurang dramatis jad kurang gereget. Tapi mungkin sengaja dibuat begitu biar hal-hal sederhana bisa terasa lebih manis. Ini hanya masalah selera aja sih. Untuk segi cerita dan tontonan, buat saya very enjoyable. Nonton drama ini membuat kita lebih peka dan menghargai hal-hal sederhana serta pay attention to it.

Monday, November 28, 2016

The Great Wall Review

The Great Wall



Film ini di sutradarai oleh Zang Yimou, familiar? Ya, beliau adalah sutradara untuk film House of Flying Dagger juga Curse of Golden Flower serta sederetan film lainnya. Saat memilih untuk nonton film ini, saya nggak berespektasi apapun. Pemilihanpun hanya berdasarkan "Oh, ada Matt Damon-nya." lalu saat melihat posternya ada Andy Lau di sana. "Hmm..interesting." Begitu kebesaran Great Wall di tampakan serta serangan awal terjadi, benak saya langsung melayang ke Battle of Helm's Deep di The Lord Of The Rings : Two Towers. Melihat kesigapan pasukan Great Wall, saya langsung teringat pasukan Elves yang dipimpin Haldir. Man, sudah 14 tahun yang lalu loh film itu dan baru kali ini menemukan film dengan sensasi yang sama. Kalau kalian ada rekomendasi film sejenis, komen aja di bawah nanti saya tonton.

Storyline Preview
Berawal dari perburuan "Black Powder" atau mesiu yang dilakukan William (Matt Damon) , kita diantarkan untuk masuk ke dalam The Great Wall, Tembok Besar Cina. William terjebak di antara tembok besar dan bangsa liar yang memburunya selama beberapa hari. Iapun memilih untuk menyerahkan diri pada pasukan tembok besar yang disebut The Nameless Order daripada mati konyol di tangan bangsa liar. 
The Nameless Order tertarik pada William ketika menemukan potongan tangan monster yang berhasil dikalahkan William sebelumnya. Monster yang dikenal dengan sebutan Tao Tei oleh bangsa Cina. Setiap 60 tahun sekali, Tao Tei akan menyerang bagian utara cina tapi bagaimana mengalahkannya selalu menjadi misteri. Setiap kali menyerang, jumlahnya semakin banyak dan mereka semakin cerdas. Kali ini, jika mereka tak berhasil menghadang serangan Tao Tei maka seluruh Cina daratan akan habis. 
William yang berprofesi sebagai mercenaries alias orang bayaran, dilanda kegalauan. Di satu sisi dia punya misi untuk membawa Black Powder kembali ke Eropa, tapi di sisi lain dia akhirnya menemukan tujuan hidupnya. Selama ini dia bertarung untuk uang, di Great Wall dia menemukan alasan yang lebih mulia, mempertahankan kelangsungan hidup banyak orang. Ketika Tovar (rekan William) bersiap untuk meninggalkan Great Wall dalam kehancuran dengan membawa Black Powder, William-pun harus memilih. Ikut dengan Tovar atau berperang melawan Tao Tei.

Plot
The Great Wall berkisah tentang kebesaran Tembok Besar Cina yang membentang lebih dari 1000km melingkupi Cina daratan. Narasi di awal film menjadi pengantar mindset penonton dan mulai membuat mengira-ngira jalan ceritanya. Film ini mengupas tentang epic battle yang terjadi di tembok ini. Seperti dalam narasi, "Some of the battle are great, but this is the legendary one." kira-kira begitu. Saya selalu tertarik dengan tema-teman yang demikian, good vs evil in the name of surviving. Persis seperti misi menghancurkan Sauron dalam Trilogi The Lord Of The Rings.
Filosofi kehadiran Tao Tei-pun menjadikan pertempuran di Great Wall menjadi lebih epic. Ini karena Tao Tei bukan sekedar monster. Menurut legendanya, Tao Tei adalah manifestasi dari keserakahan manusia. Jadi, pada zaman dahulu kala ketika Cina daratan dipenuhi manusia-manusia serakah dan kehidupan menjadi kacau balau, Tao Tei dikirimkan oleh Dewa untuk memusnahkan manusia. Setiap 60 tahun sekali, Tao Tei akan menyerang sebagai bentuk pengingat agar manusia tidak mengulang kesalahan yang sama. Alasan ini menjadikan perang melawan Tao Tei lebih mulia dari sekedar perang membasmi monster. The higher purpose-nya ada.
Plotnya memang sederhana dan terbaca. Tidak ada twist yang mencengangkan, apalagi cliffhanger ending. Akan tetapi dengan adanya Higher Purpose serta dikemas dalam sinematografi yang ciamik, Great Wall ini pantas untuk ditonton. 

Karakter dan Sinematografi
Saya jatuh cinta dengan kesederhanaan film ini. Siapa sangka, tanpa cerita berat dan pelik bahkan plot yang bak kacang goreng, Great Wall masih bisa dinikmati. Setiap pemeran mendapatkan porsi yang seimbang menurut saya. Setiap cast juga memerankan perannya dengan baik. Tidak ada karakter yang menonjol atau unik, all typical. No romance here, maybe a little hint but i'm glad Yimou didn't go there.
Graphic-nya bagus, terbilang realistis lah. Sudut yang diambil juga cantik. Gerakan-gerakan saat battle-pun diambil dengan rapi. Beberapa film sejenis terutama selalu mengedepankan bela diri khas negeri tirai bambu, tapi kali ini tidak. I'm amazed. 
Hal lain yang membuat saya jatuh cinta adalah costume design-nya. Ahh... can i have one? 

Overall, The Great Wall is very worth to watch. I give 8/10, because it reminded me so much of "Battle of Helm's Deep".