Thursday, May 22, 2014

The Originals Family


Keluarga Mikaelson


Finn - Rebekah - Elijah - Klaus - Kol




The Original Vampire adalah keluarga Mikaelson. Terdiri dari pasangan suami istri Mikael dan Esther serta ke-6 anak mereka, Finn, Elijah, Klaus, Rebekah, Kol dan Henrik. Di TVD universe mereka adalah bangsa Eropa Timur yang mengembara ke benua Amerika 2000 tahun lalu, mereka pindah setelah anak pertama mereka (bukan Finn) tewas karena wabah. Di Amerika hidup damai mereka terganggu dengan adanya werewolf yang meneror desa. Klaus adalah kambing hitam keluarga Mikaelson, terlebih ketika ia mengajak Henrik untuk melihat werewolf berubah wujud yang berujung kematian Henrik. Mikael semakin kesal pada Klaus, but family always come first. Mikael akhirnya meminta Esther untuk melakukan sesuatu agar keluarga mereka bisa aman bahkan cukup kuat untuk melawan werewolf.

        Esther adalah seorang penyihir, dia memiliki seorang maid yang juga penyihir bernama Ayana. Mereka berdua akhirnya membuat mantra keabadian dengan menggunakan darah dari Tatiana (the first doppleganger not the Original one. The Original Doppleganger is Amara). Ritual mantra tersebut adalah, mereka harus meminum darah Tatiana kemudian dibunuh, setelah itu mereka akan bangkit kembali, Abadi. Tak ada yang tahu efek samping immortality spell ini apa, tapi lama kelamaan mereka semua menjadi terikat dengan darah dan akhirnya bloodlust. Semua Mikaelson jadi vampir kecuali Esther. Karena di universe ini, seseorang hanya bisa jadi satu makhluk supernatural, dan Esther adalah penyihir (kecuali Doppleganger). And so, they called The Original Vampire because no vampire turned them. Mereka jadi vampir karena immortality spell. Bloodlust ini membuat mereka terpaksa memangsa manusia untuk bertahan hidup. Mikael-pun merasa jijik dengan efek samping ini, thus he and Esther tried to kill their own children because of what they've become. Mikael dan Esther dihantui rasa bersalah sudah menjurumuskan anak-anak mereka.
Story goes satu per satu Original Vampire had their first kill. Saat giliran Klaus, hal aneh terjadi. Saat itu sedang purnama dan dia berubah menjadi werewolf. Di situ Mikael sadar, bahwa Klaus bukan anaknya tapi anak perselingkuhan Esther dengan pemimpin kelompok werewolf. Kenyataan ini membuat Mikael semakin benci pada Klaus.



Michael - The Vampire Hunter





Dijuluki The Destoyer, Vampire Hunter. Mikael adalah vampir yang memangsa vampir. Karena rasa bersalahnya telah membuat anak-anaknya menjadi makhluk mengerikan, ia bertekad membasmi seluruh vampir dengan memangsa mereka, termasuk memburu anaknya sendiri. Mikael mati di The Vampire Diaries Season 3 Episode 9 di tangan Klaus menggunakan The Dagger dan abu pohon White Oak.


Esther - The Original Witch



Dijuluki The Originals Witches, tidak diketahui dengan siapa dia berselingkuh. Esther tersimpan dalam boks koleksi keluarga milik Klaus dan kemudian dibangkitkan di The Vampire Diaries Season 3. Di kebangkitannya, dia masih meneruskan misinya untuk menghabisi vampir. Dia membuat mantra untuk mengikat anak-anaknya, sehingga cukup dengan membunuh satu Originals makan semua Originals akan mati. Sayangnya rencananya gagal. Rencana lapis duanya yakni menjadikan Alaric Saltzman sebagai pemburu vampir juga gagal. Warisan dari kegagalan rencana Esther ini adalah pancang Oak Putih yang tak dapat dihancurkan. Esther akhirnya mati di tangan Klaus menggunakan pancang tersebut.




Hobbit : Desolation of Smaug



Creator : J.R.R Tolkien (The Hobbit)
Director : Peter Jackson
Producer : Carolynne Cunningham, Zane Weiner, Fran Walsh, Peter Jackson
Screenplay : Fran Walsh, Phillipa Boyens, Peter Jackson, Guillermo del Toro
Music : Howar Shore
Cinematography : Andrew Lesnie
Starring : Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage, Benedict Cumberbatch, Evangeline Lily, Lee Pace, Luke Evans, Ken Stott, James Nesbitt, Orlando Bloom
Runtime : 161 Min



Subtitle sync with
720p/1080p : SPARKS, YIFY, PublicHD,
BluRay.720p/1080p Ganool,

Download Indonesian Subtitle
Translated by tante_inez
Sync and Edited by Indowebster Movie Subbing Team

Wednesday, April 9, 2014

12 Years A Slave




Director : Steve McQueen
Screenplay : John Ridley
Music : Hans Zimmer
Cinematography : Sean Bobbit
Starring : Chiwetel Ejiofor, Michael Fassbender, Benedict Cumberbatch, Paul Dano, Paul Giamati, Lupita Nyong'o, Sarah Paulson, Brad Pitt, Alfre Woodard
Award : Oscar 2014 Best Motion Picture of The Year, Best Supporting Actress, Best Adapted Screenplay.

Synopsis
 Film ini berkisah tentang Solomon Northup, seorang pria bebas berkulit hitam dari New York yang terjebak dalam perbudakan. Kisah bermula ketika Solomon membantu sekelompok penghibur sebagai pemain biola yang menuju Washington.Suatu hari, Solomon mabuk berat dan ketika ia sadarkan diri, dia berada dalam sebuah ruangan dengan tangan dirantai. Seseorang masuk dan mengatakan bahwa Solomon adalah seorang budak.
Berbagai cara dilakukan Solomon untuk membuktikan bahwa ia pria bebas bukan budak belian, tapi tanpa surat tanda kebebasan dia tak berdaya. Selama 12 tahun Solomon menjadi budak di Virginia, berganti Tuan dan berganti pengalaman hidup. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Mr. Bass seorang tukang kayu yang bersimpati pada budak-budak Mr. Epps, rekan kerjanya.

Review
Ini adalah film berdurasi panjang yang mendayu-dayu. Menggambarkan dengan penuh dan riil bagaimana kehidupan para budak di masa itu, lengkap dengan sedikit "gore" penyiksaan pada mereka. Sepertinya itulah yang membuat film ini menjadi jawara oscar 2014. Film ini berhasil menyuguhkan penonton sebuah tayangan yang membuat kita larut dan merasakan kepedihan Solomon.
Untuk seluruh cast saya acungi jempol, totalitasnya sangat terasa sampai-sampai saya berpikir "Apa yang ada dalam hati mereka saat memerankan tokoh-tokoh itu?" Terutama untuk Mr.Epps (Michael Fassbender) yang memerankan seorang sadistik, atau Patsey (Lupita Nyong'o) yang menjadi korban kekerasan Mr.Epps. No wonder ketika Lupita menjadi best supporting actress, scene-scene yang harus dia lakukan benar-benar membuat merinding pedih.
Untuk sinematografi dan screenplay saya juga acung jempol. Beauty shot-nya luar biasa. Pengambilan gambar dibuat se-minimal mungkin untuk memperlihatkan kekerasan pada para budak tapi cukup menggambarkan "beratnya" penyiksaan saat itu. Untuk sebuah film adaptasi, meski saya belum baca, sepertinya sudah mendetail dan saya katakan sukses mengadaptasi. Saya yakin cerita dalam bukunya jauh lebih detail lagi karena memang itu adalah true story, dan Solomon sendiri yang menulisnya.
All in all, memang seperti inilah film yang layak memenangkan Oscar. Film yang membuat penonton seolah bisa bersentuhan dengan realita dalam filmnya.

Download Indonesian Subtitle 
Translated by tante_inez
Sync and edited by Indowebster West Movie Subbing Team